Posted by: jowvykumala | December 17, 2007

Press Release Adnan Buyung Nasution & Partners Law Firm mengenai Pengajuan Keberatan atas Putusan KPPU terhadap Telkomsel

Kami dari Adnan Buyung Nasution & Partners Law Firm, dengan ini mewakili klien kami, PT. Telekomunikasi Selular (“Telkomsel”), menyampaikan bahwa pada hari Rabu, tanggal 5 Desember 2007, kami telah secara resmi menerima salinan putusan KPPU dalam perkara No. 07/KPPU-L/2007. Terhadap putusan KPPU tersebut, klien kami akan mengajukan upaya hukum berupa Keberatan ke Pengadilan Negeri. Upaya hukum ini juga merupakan langkah klien kami untuk mencari kejelasan dan kepastian hukum dalam melaksanakan peraturan yang berlaku.

 

Penetapan Tarif Telkomsel telah mematuhi ketentuan hukum yang berlaku

Industri telekomunikasi adalah industri yang diatur dengan ketat (highly regulated) dan dalam menjalankan usahanya klien kami, Telkomsel, selalu patuh kepada regulasi di industri, termasuk regulasi yang mengatur soal tarif.

 

Kami menilai putusan KPPU yang menyatakan tarif klien kami, Telkomsel, adalah tarif yang excessive merupakan keputusan yang tidak tepat, karena penetapan tarif Telkomsel telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri Perhubungan No. 27 Tahun 1998 dan Keputusan Menteri Perhubungan No. 79 Tahun 1998, dimana kedua peraturan tersebut mengatur batas area kompetisi antar operator. Disamping itu besaran batasan penentuan tarif dalam kedua peraturan tersebut juga merupakan toleransi antara kepentingan masyarakat selaku konsumen dan kepentingan operator untuk menjaga kemampuannya  dalam melakukan pembangunan dan pengembangan jaringan, serta pemeliharaan jaringan agar tetap memenuhi persyaratan tekhnis yang dibuat oleh Klien kami dengan Pemerintah yang dituangkan dalam Modern Licensing.

 

Ironisnya, KPPU sendiri dalam putusannya secara tegas menyatakan bahwa penetapan tarif oleh klien kami, Telkomsel, tidak melanggar batasan yang telah ditentukan dalam kedua peraturan dimaksud. Tentu saja hal ini menjadi sangat aneh dan tidak logis apabila Telkomsel yang telah mematuhi peraturan yang berlaku dikatakan menerapkan tarif yang excessive, dan dianggap melanggar ketentuan Pasal 17 ayat (1) UU No. 5/1999. Perbuatan Telkomsel dalam menetapkan tarif justru dalam rangka melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang seharusnya tidak dapat dipersalahkan dan dihukum berdasarkan UU No. 5/1999, karena berdasarkan pasal 50 UU No. 5/1999 setiap pelaku usaha yang menjalankan perintah undang-undang tidak dapat dihukum.

 

 

Disamping itu, terhadap putusan KPPU mengenai penurunan tarif sebesar 15% yang harus dilakukan Telkomsel, kami juga mempertanyakan referensi tarif mana yang dimaksud, dikarenakan tarif itu sendiri sangat beragam, misalnya dari jenis produk, layanan dan fitur, zona waktu dan juga zona percakapan.

 

Faktor-faktor yang menentukan tarif 

Selanjutnya, kami menilai pertimbangan KPPU yang membandingkan tarif Telkomsel dengan tarif seluler di negara lain adalah sangat tidak relevan, karena KPPU tidak mempertimbangkan faktor perbedaan struktur biaya, besarnya pasar, regulasi, dan kondisi geografis di tiap negara lain yang dijadikan acuan perbandingan dengan Indonesia. Seperti disampaikan di atas,  klien kami telah patuh dalam menerapkan tarif sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan dalam penerapan tarif seluler di Indonesia tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan penerapan tarif negara lain, sehingga dalam hal ini tidak benar jika dikatakan telah terjadi adanya kerugian konsumen.

  

Kerugian Konsumen sebagai Isu yang menyesatkan 

Lebih lanjut, kerugian konsumen yang dikemukakan KPPU menurut kami tidak berdasar, dikarenakan konsumen memiliki beragam macam pilihan produk, layanan, fitur dan kualitas yang beragam yang tersedia dipasar saat ini untuk dapat dinikmati konsumen sesuai kebutuhan dan kemampuan konsumen itu sendiri.

 

Demikian halnya dengan klien kami, Telkomsel, yang telah menyediakan beragam pilihan produk dan layanan kepada konsumennya yang juga memiliki ragam tarif yang dikenakan, sehingga kebutuhan konsumen baik kalangan bawah maupun menengah ke atas telah diakomodir dengan berbagai macam pilihan dan layanan yang ada. Selain dari pada itu, klien kami juga melaksanakan penerapan berbagai bonus dan diskon maka secara efektif tarif yang diberikan kepada konsumen adalah jauh lebih rendah daripada tabel tarif.

 

Dengan demikian, klien kami menilai bahwa pertimbangan dalam putusan KPPU yang menyebutkan adanya kerugian konsumen yang disebabkan adanya penerapan tarif excessive oleh Telkomsel telah menimbulkan isu yang menyesatkan bagi masyarakat dan hal tersebut perlu diluruskan, dan keberatan yang akan diajukan oleh klien kami terhadap putusan KPPU ini juga merupakan salah satu upaya untuk meluruskan isu menyesatkan yang ditimbulkan dari adanya putusan KPPU tersebut.

 

KPPU Telah Mengabaikan Due Process of Law

Selain hal-hal tersebut diatas, kami juga mencatat bahwa dalam proses pemeriksaan dan penjatuhan putusan terhadap klien kami, KPPU telah mengabaikan proses beracara yang benar (due process of law), dan karenanya secara formal putusan KPPU tersebut adalah cacat hukum. Pelanggaran paling nyata terhadap due process of law ini adalah terlihat jelas dari alat bukti yang digunakan KPPU dalam mengambil putusan. Alat bukti yang digunakan oleh KPPU adalah tidak sesuai dengan alat bukti yang diakui oleh hukum yang berlaku, karena KPPU mendasarkan putusannya hanya pada asumsi-asumsi, keterangan-keterangan saksi yang tidak valid dan tidak kredibel, dan tidak mendasarkan pada dua alat bukti yang sah. Dapat dikatakan bahwa dalam proses penjatuhan putusan terhadap klien kami, KPPU telah melakukan “penegakan hukum dengan cara menginjak-injak hukum”.

  

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :

 

Panji Prasetyo, S.H., LL.M.

Adnan Buyung Nasution & Partners Law Firm

Menara Global, Lantai 3

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 27, Jakarta

Tel.          : (62-21)5288 0000

Fax.         : (62-21) 5288 0001, 5288 0002

Email        : p.prasetyo@abnp.co.id

Mobile      : 0811871527


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: