Posted by: jowvykumala | December 31, 2007

Bantu Rp 311 juta bagi korban Banjir dan Tanah Longsor di Jateng-Jatim

Layanan Telkomsel Normal dan Gelar 12 Posko

 

Solo, 31 Desember 2007

Hingga hari ini Layanan Telkomsel berfungsi normal di wilayah Banjir dan tanah longsor sepanjang Jawa Tengah hingga Jawa Timur.  Seiring dengan hal tersebut Telkomsel membuka 12 posko serta menyerahkan bantuan kepedulian senilai 311 juta.

 

Terkait dengan hal ini, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Syarif Syarial Ahmad mengatakan, “Sejak kejadian banjir dan tanah longsor hari pertama, kami melakukan berbagai tindakan sesuai dengan jenis gangguan dan tahapan penanganan sesuai dengan prosedur penanggulangan jaringan selama bencana (force majeur). Misi utamanya adalah meminimalisasi dampak akibat bencana dan optimalisasi sistem, melalui berbagai tindakan seperti : memobilitasi mobile BTS, mengganti catuan listrik dengan baterai, memobilisasi generator genset, melakukan rerouting radio link/sarana transmisi, memanfaatkan back-up system dan menguras air di site yang terendam”

 

Hasil pemantauan mengindikasikan jaringan Telkomsel tetap berfungsi normal, baik untuk berkomunikasi di dalam maupun ke luar jaringan Telkomsel.  Secara keseluruhan dari sekitar 3.575 BTS (Base Transceiver Station) yang ada di Jawa tengah (1.830 BTS) dan Jawa Timur (1.745 BTS) relatif tidak terjadi gangguan berarti bagi kenyamanan komunikasi pelanggan, walaupun sempat ada 20 BTS yang kehilangan catuan listrik dan 2 BSC (Base Station Center) di Bojonegoro Jawa Timur karena tergenang air.

 

Beberapa BTS yang sempat mengalami kehilangan catuan daya listrik tapi tidak berimpak pada kenyamanan komunikasi pelanggan tersebut berada di wilayah Solo, Sragen, Kudus, Ngawi, Ponorogo, dan Bojonegoro. Sedangkan 24 BTS yang dilayani 2 BSC di Bojonegoro yang terendam air pada 30 Desember 2007, pada hari itu juga langsung di Re-route transmission dan Rehoming data base-nya ke BSC terdekat yakni BSC Pakah dan Sukodadi.

 

BTS yang di-rehoming dilayani BSC Pakah ada 14 BTS (BTS Baureno Bojonegoro, Bluluk Lamongan, Combat Baureno, Banjarejo, Jatirogo, Kanor, Kedung Dalem, Kepoh Baru, Modo, Negemplak, Poh Wates, Sooko Tuban, Sukorame, dan Woro) dan yang dilayani BSC Sukodadi ada 10 BTS (BTS Bojonegoro, Kedung Pring Ngimbang, Balen, Tanjung Lamongan, Sarirejo, Sugih Waras, Suko Sewu, dan Temayang).

 

Optimalisasi layanan tercapai berkat upaya kontinyu Telkomsel dalam mengamankan performasi BTS yang beroperasi normal,  dengan cara : pengecekan rutin fisik infrastruktur, melengkapi BTS (Base Transceiver Station) dengan Genset dan batere yang bagus, optimalisasi BTS, serta menambah repeater dan mobile BTS bila diperlukan.  Telkomsel juga berkoordinasi dengan PLN terkait catuan listrik, PT Telkom (link transmisi dan sarana pendukung lainnya) dan BMG (info cuaca)

 

Aksi Telkomsel Peduli

Seiring dengan normalnya jaringan di lokasi bencana, sebagai bentuk kepedulian Telkomsel kembali membuka 12 posko bantuan dan telpon GRATIS mulai 27 Desember 2007. Untuk Jawa Tengah ada 3 posko di Tawangmangu, Solo Baru dan Grobogan. Sedangkan di Jawa Timur ada 9 posko yakni di Ponorogo Dusun Paju, Madiun Dusun Garum Balerejo, Magetan Dusun Kedung Panji Lembean, Pacitan dan Ngawi yang merupakan daerah yang paling parah ada 5 posko (Desa Geneng, Semo, Kembang, Tambakrejo dan kota Ngawi).

 

Di setiap posko, Telkomsel membagikan nasi bungkus, makanan, minuman, pengobatan, obat-obatan, selimut bahkan juga semen untuk tanggul antisipasi longsor di daerah Ngawi Desa Semo, Kembang  dan Tambakrejo.

 

“Dengan pembukaan posko bantuan dan telpon gratis di beberapa titik bencana, kami berharap dapat membantu masyarakat serta pihak-pihak yang tengah melakukan penanganan paska banjir dan longsor untuk menyampaikan kabar kepada keluarga maupun koordinasi lapangan seputar situasi terkini”, ungkap Syarif.

 

Bantuan Telkomsel senilai 311 juta berupa makanan, obat-obatan dan selimut, diserahkan melalui PKPU(Pos Keadilan Peduli Umat) senilai 161.000.000 yang akan disitribusikan bagi korban di Solo, Grobogan, Kudus, Blora, Sukoharjo, Sragen, Wonogiri. Dan bantuan senilai 50 juta bagi warga di lokasi Tanah Longsor Karang Anyar. Sedangkan bantuan 100 juta untuk bencana Banjir di Jatim seperti : Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Madiun.

 

“Bagaimana pun, jajaran managemen dan seluruh karyawan Telkomsel juga prihatin dan ber-emphaty atas apa yang dirasakan oleh mereka yang terkena musibah ini.  Tim Telkomsel belajar dari pengalaman penanganan akibat bencana dan percepatan recovery mutu pelayanan sebagaimana sebelumnya di gemba Nabire, Tsunami Aceh, Nias, gempa di Bantul dan Klaten, tsunami Pengandaran dan banjir besar di Jakarta. Dengan itu, semua elemen di Telkomsel punya experience dan expertise  untuk melakukan tindakan dan  pemulihan, serta aksi kepedulian dalam waktu relatif singkat,” papar Syarif.

 

Syarif menambahkan, “Kami sangat berterima kasih ditengah-tengah musibah yang menimpa kita ini, semua pihak-pihak yang terkait dapat berkerjasama dan saling mendukung dalam mengupayakan layanan sebaik-baiknya kepada masyarakat agar cepat pulih kembali.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: