Posted by: jowvykumala | January 17, 2008

Transkrip Obrolan dengan DIRUT Telkomsel

Seputar Kongres Tahunan Bridge Alliance

 

Sejalan dengan langkah Telkomsel menuju era baru industri selular, sebelas operator terkemuka di Asia Pasifik saling mendukung bersama-sama menuju era baru broadband services lintas Negara dan digital business dalam platform yang sama.

 

Telkomsel merupakan salah satu pendiri Bridge Mobile Alliance pada November 2004 yang beranggotakan 11 operator yakni : Bharti (India), Globe Telecom (Philippines), Maxis (Malaysia), Optus (Australia), SingTel (Singapore), Taiwan Mobile (Taiwan), AIS (Thailand), CSL (Hong Kong), CTM (Macau), dan SK Telecom (Korea). Selain operator, Bridge Alliance juga beranggotakan partner (associate member) yakni pelaku teknologi telekomunikasi global seperti : Ericsson, Nokia, Nokia Siemens, Qualcomm.

 

Dalam Kongres yang berlangsung di hotel Shangrila 16 – 17 Januari 2008 ini, meyepakati melahirkan beberapa inisiatif  baru untuk melayani sekitar 180 juta pelanggan di 11 negara yang tergabung dalam Bridge Mobile, antara lain : Regional Top up (isi ulang pulsa layaknya di negeri sendiri sendiri), Data Roaming (paket layanan data hemat  flat lintas negara), Bridge Club (layanan eksklusif bagi pelanggan Bridge) , Seamless Concierge (pusat layanan pelanggan bersama lintas negara), Inkubasi bisnis (inovasi  layanan-layanan baru baik retail maupun korporat) termasuk Laboratorium bisnis dan Joint Internet services.

 

Dengan adanya kesepakatan inisiatif Bridge ini, diharapkan langkah Telkomsel menuju era bisnis baru akan mendapatkan dukungan penuh dari Global Industri yang diwakili oleh operator dari 11 negara

 

Bridge juga mempunyai kerjasama dengan FreeMove (aliansi mobile terkemuka Eropa yang beranggotakan Orange, TeliaSonera, Telecom Italia Group dan T-Mobile). Kerjasama ini merupakan ekspansi layanan dengan wilayah kerjasama terluas yang meliputi 38 negara dan lebih dari 400 juta pelanggan di Eropa, Amerika, Asia dan Australia. Dengan adanya kerjasama ini pelanggan Telkomsel akan merasakan seamless roaming yang memberikan jaminan kenyaman komunikasi karena dilayani oleh layanan berstandar kelas dunia saat mereka berada dalam negeri maupun saat berpergian ke berbagai negara di empat benua (Eropa, Amerika, Asia dan Australia).

 

Performansi Telkomsel di Tahun 2007 dan Highlights 2008

 

Hingga akhir tahun 2007, pelanggan Telkomsel telah mencapai 47,8 juta atau bertambah 12, 2 juta pelanggan baru. Bahkan pada pertengahan Januari 2008 telah bertambah 1,1 juta pelanggan baru sehingga pelanggan Telkomsel kini mencapai sekitar 49 juta.  Di tahun 2008 diperkirakan akan bertambah sekitar 9 juta.

 

Jumlah pelanggan 3G saat ini mencapai 3,8 juta dengan 1,5 juta pelanggan yang sangat aktif, dan akan terus bertambah. ARPU (rata-rata pemakaian per bulan) untuk 3G sebesar US$ 16 atau sekitar Rp. 150 ribu, diatas rata-rata ARPU Telkomsel yakni Rp.78-83 ribu.

 

 

Dari sisi jaringan, Telkomsel menambah 4.800 BTS (Base Transceiver Station) yang menjadikan jumlah BTS di akhir tahun 2007 menjadi sekitar 20.884 BTS.  Di Tahun 2008 akan menambah sekitar 5.000 BTS baru dengan investasi sebesar US$ 1,7 miliar (sekitar 15 triliun).

 

Dari sisi pendapatan meningkat paling tidak 24 persen dibanding tahun 2006 yang saat itu  mencapai 29,145 triliun. Tahun 2008 diharapkan tumbuh diatas 20%

 

Pada tahun 2007 Telkomsel telah mengembangkan layanan mobile broadband dan digital bisnis. Tahun 2008 Telkomsel mengalokasikan investasi sebesar US$ 1,7 miliar, untuk peningkatan coverage dan kapasitas termasuk untuk melanjutkan program tersebut. Mobile Wallet T-Cash akan lebih diperluas lagi, termasuk dimanfaatkan untuk mendukung warna negara Indonesia yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.

 

Pengembangan  mobile wallet T-Cash di Indonesia berbeda dengan yang ada di luar negeri, kita akan lebih menekankan ke aspek kemudahan dalam transaksi. Berbeda dengan Afrika Selatan yang dikembangkan karena pertimbangan aspek keamanan. Sedangkan di Jepang karena infrastrukturnya memadai sehingga masyarakat setempat menjadi electronic minded.  Bahkan Bridge Alliance akan mengembangkan layanan ini dalam platform yang sama sehingga pelanggan dapat menikmati di 11 negara Asia Pasifik anggota Bridge.

 

Di Indonesia pengembangan T-Cash akan memberi banyak manfaat, antara lain layanan ini bisa dimanfaatkan untuk memantau mekanisme transaksi secara umum. Saat ini hal itu kan tidak bisa dilakukan dengan cara manual. T-Cash juga akan membantu pemerataan pertumbuhan ekonomi. Melalui mekanisme ini akan diketahui bagaimana pemanfaatan uang yang sesungguhnya, termasuk distribusinya.

 

Layanan T-Cash pada dasarnya hanya memberi kemudahan kepada masyarakat untuk bertransaksi. Kalau kita memperhatikan layanan ATM, antara bank dengan ATM kan ada networknya. T-cash sekadar perantara saja antara ATM dengan bank, dengan layanan yang lebih simpel dan praktis.  ‘Dana’ yang ada di mobile wallet T-Cash itu kan ibarat kupon saja. Bila kupon menggunakan kertas, kita gunakan layanan seluler. Uang yang ada tetap dikelola oleh bank. Untuk tahap awal ini, layanan T-Cash didukung oleh 191 titik point of sales (merchant). Merchant akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan makin banyaknya institusi yang bergabung dalam layanan ini. Saat ini ada layanan offline menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Indentification Device). Layanan ini mendapat persetujuan BI berupa APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu). Sebagaimana ATM yang ada pembatasan jumlah transaksi, layanan T-Cash juga demikian misalnya satu transaksi maksimal senilai Rp 1 juta.

 

Telkomsel juga telah siap dengan layanan online berbasis SMS dengan dukungan teknologi USSD (Unstructured Suplementary Service Data). Untuk layanan yang bersifat online, kami masih menunggu regulasinya. Prinsipnya kami comply dengan regulasi. Untuk pengembangan T-Cash sendiri kami pada prinsipnya Prudent atau hati-hati, antara lain dengan memperhatikan faktor keamanan bertransaksi.

 

Ada banyak manfaat yang bisa dipetik dengan layanan ini. Misalnya TKI yang ada di luar negeri bisa mengirim uang kepada keluarganya dengan mudah, aman dan biaya yang lebih murah. Misalnya TKI di Hongkong bisa mentransfer T-Cash kepada keluarganya senilai Rp 300 ribu dengn biaya yang lebih murah dibandingkan dengan pengiriman uang biasa. Pengembangan layanan ini juga akan memberi kesempatan usaha yang baru pada mitra-mitra Telkomsel. Jaringan distribusi dan channel yang ada bisa dimanfaatkan untuk perpanjangan tangan bank.

 

Bagi pemerintah, transaksi T-Cash bisa dijadikan media untuk memantau transaksi di seluruh wilayah, pemerataan ekonomi dan pertumbuhan perekonomian nasional. Bank Indonesia dan Depkeu bisa memanfaatkan data transaksi T-Cash untuk melihat hal itu. Semua transaksi akan disimpan di sistem Telkomsel, dan secara periodik akan dilaporkan ke BI (bank . Laporan ke BI merupakan kewajiban bagi kami, karena layanan ini atas ijin BI.

 

Gambaran kompetisi seluler 2008

 

Saya melihat persaingan pada tahun 2008 akan semakin keras dan ketat. Kerasnya persaingan bukan semata-mata tarif, persaingan ke depan adalah layanan. Karena tarif sudah tidak ada batasannya lagi, semua sudah menawarkan tarif yang relatif sama, jadi selling point-nya ada pada layanan (coverage, kualitas jaringan, ragam inovasi fitur yang melekat pada produk, dan pelayanan pelanggan). Apalagi masyarakat sudah semakin kritis melihat value layanannya tidak sekedar tarif yang ditawarkan.

 

Sekalipun persaingan semakin keras, masih terbuka peluang untuk tumbuh. Opportunity masih sangat besar karena penetrasi di Indonesia masih rendah. Penetrasi yang rendah. inilah yang akan menjadi opportunity. Telkomsel saat ini dipercaya melayani lebih dari 46 juta pelanggan. Tahun 2008 pertumbuhan pelanggan diperkirakan masih akan didominasi pelanggan di luar Jawa untuk kategori new customer. Di Jawa masih akan tumbuh, tetapi tidak sebesar di luar pulau Jawa. Telkomsel tetap berkomitmen untuk terus memperluas coverage hingga ke pelosok dengan memperhatikan keseimbangan termasuk kebutuhan dan kemampuan masyarakat setempat. Secara umum kebutuhan layanan selular di Jawa cenderung ke arah fitur dan layanan, Luar Jawa pada pemenuhan high growth dengan pembangunan BTS baru.

 

Tarif bukan segala-galanya, tarif turun tidak selalu berarti pendapatan turun. Jika kami harus menurunkan tarif , kami telah melakukan antisipasi. Dampak penurunan tarif sangat tergantung pada flesibilitas dan kreativitas operator yang memungkinkan operator memilki opportunity/kesempatan dalam mengkreasikan sumber penadapatn baru, inilah yang disebut sebagai new wave of telecommunications. Bila ada fleksibilitas akan terjadi elastisitas sehaingga kebijakan penurunan tarif tidak berpengaruh pada revenue perusahaan.

 

Tarif (voice) pada industri seluler ibarat air putih. Lalu ada pemikiran mengenai kemasan produk, bagaimana membawa dan mendistribusikannya. Lalu air itu sendiri kalau bisa memiliki value dengan cita rasa yang tinggi bila ditambah sesuatu, misalnya bisa punya cita rasa nikmatnya sirop, coklat, teh, kopi dan sebagainya. Ada beberapa orang yang masih menilai tarif itu seperti air putih yang polos saja. Kan nggak seperti itu, tarif itu identik dengan value air dari cita rasa dan kemanfaatannya.

 

Penurunan tarif berpotensi meningkatkan trafik komunikasi, sebagai contoh simPATi Pede, dimana saat ini telah terjadi peningkatan trafik sekitar 70 %, bahkan di beberapa daerah menacapi 100%. Dengan simpati PeDe, sebenarnya kami melakukan semacam uji kemampuan diberbagai aspek. Termasuk menguji pasar dan kemampuan handling apabila terjadi kenaikan trafik. Karena pada dasarnya Telkomsel telah memiliki antisipasi berupa kemampuan bagaimana memenuhi network dalam waktu singkat. Sebelumnya semua layanan ada di satu network, ke depan akan dikembangkan layer layer (overlay) baru diatas network existing.

 

Bila di satu daerah, misalnya NTT, pertumbuhan Simpati Pe De tinggi sekali, kita kembangkan satu layer network di atas network existing sehingga pelanggan tetap nyaman dalam berkomunikasi. Jika di daerah lain seperti Jawa trafik komunikasi data tinggi, kita kembangkan layer khusus untuk itu. Prinsipnya seperti konsep emergency. Karena pelanggan akan semakin menuntut layanan lebih sesuai perilaku komunikasinya, dalam hal ini Telkomsel menghadirkan ragam pilihan layanan sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Semua ini kita kembangkan dalam kerangka konsepsi Telkomsel sebagai service leader.

 

Pada tahun 2008 akan muncul layanan-layanan baru. Konten akan booming pada tahun 2008. Konten itu beragam sekali berhubungan dengan suara, informasi, gambar, termasuk iklan. Seperti RBT dan konten yang berbasis video. Ke depan layanan seperti ini akan semakin banyak dan maju khususnya konten yang berbasis root budaya, karena pada dasarnya pelanggan lebih menyukai sesuatu yang dekat dan familiar, contoh: meski keju atau fastfood itu enak, kita akan tetap sangat rindu dengan sayur asem dan ikan asin. Artinya peluang sumber pendapatan operator yang dikontribusi layanan konten masih terbuka, diman telkomsel akan terus mengembangkan konten yang dipadukan dengan teknologi yang mencipatakan demand pelanggan. Dalam hal ini layanan Voice tetap akan menjadi sumber pendapatan, sekalipun tarif voice cenderung turun. Voice akan berfungsi sebagai katalisator untuk komoditas, sehingga harus dipikirkan bagaimana voice memiliki value. Voive akan ber-value tentu saja harus mempertimbangan berbagai aspek, seperti market dan produk ikutannya (menggabungkan voice dengan fitur, contoh video call yang merupakan gabungan voice dengan video).

 

Sharing Tower

 

Mengenai sharing tower kami akan melihat dulu bagaimana konsep dan bentuknya. Ada wacana mengenai jual tower, kami akan lebih dari sekadar menjual tower. Kita bisa melakukan kontek “jual tower” dalam bentuk sharing tower, network, layanan, space atau kapasitas. Ini akan dilihat dulu konteksnya apa. Yang jelas kami akan mengembangkan semacam unit khusus untuk menangani hal ini.

 

Kami akan lihat dan kaji misalnya bagaimana skemanya. Apakah kerjasama akan dibatasi di wilayah Jawa saja atau di luar Jawa, akan kita lihat nanti. Hingga akhir tahun 2007 Telkomsel memiliki 20.800 BTS. Tahun depan akan ditambah sekitar 5000 an.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: