Posted by: jowvykumala | February 20, 2008

Sharing Session Telkomsel dengan 100 Content Provider

Jakarta, 20 Februari 2008

Telkomsel mengambil inisiasi mengumpulkan para pelaku industri konten indonesia, seperti: content provider, indutri kreatif, creator visual, webpreneur, operator dan regulator untuk menyamakan persepsi dan menjalankan perannya masing-masing dalam menumbuhkan industri konten dan multimedia di Indonesia.

 

Sharing session sehari tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi, serta sekitar 100 CEO content provider dan industri kreatif.

 

Kiskenda mengatakan, “ Sharing Session ini  merupakan wujud kepedulian Telkomsel untuk turut aktif dalam membangun industri konten di Indonesia. Jumlah populasi penduduk yang besar, pengguna ponsel yang terus meningkat, teknologi selular yang makin canggih dan multi-application enable, serta terbukanya sumber kreativitas konten lokal merupakan indikator potensi industri konten Indonesia. Paling tidak ada 50 juta pelanggan Telkomsel yang menjadi potensi pengguna layanan konten.”

 

“Dalam mengembangkan industri ini, pelakunya harus menyadari peran pentingnya masing-masing, yakni: network provider, access provider, service provider, application provider, dan content provider, serta tidak ketinggalan pemerintah sebagai regulator dalam mengatur kebijakan dan arah industri ini. Inovasi dan kreativitas merupakan syarat mutlak yang diperlukan guna menemukan konten yang bermanfaat, cocok sekaligus diminati oleh masyarakat,” tegas Kiskenda.

 

”Menyongsong pertumbuhan industri konten di Indonesia, Telkomsel terus menjalankan perannnya, yang semakin nyata dengan pengimplementasian teknologi terkini 3G, yang memberi kenyamanan akses serta makin meningkatkan kemampuan Telkomsel dalam menghadirkan ragam inovasi layanan. Saat ini ada sekitar 5 juta ponsel 3G yang beredar di Indonesia, dimana tercatat pelanggan 3G Telkomsel mencapai lebih dari 3 juta pelanggan, dengan jumlah yang aktif mencapai 800 ribu,” ungkap Kiskenda

 

Dalam sambutannya Cahyana menyambut baik langkah yang diambil Telkomsel yang memfasilitasi sharing session ini, ia mengatakan, “Pelaku industri konten mengambil peran penting dalam arah pembangunan Indonesia menyongsong era industri berbasis ICT (Information and Communication Technology), dimana sektor telekomunikasi telah terbukti terus tumbuh secara signifikan mencapai 20% pertahunnya atau rata-rata 4 kali lipat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Di Inggris yang pertumbuhan ekonominya 2,9 persen, sektor Telekomunikasinya juga 4 kali lipatnya sekitar 11 persen.”

 

“Saya melihat Indonesia sudah sangat siap menjadi negara yang berbasis ICT, dilihat dari sumber daya manusianya yang telah merupakan digital native generation, yakni angkatan yang telah melek dunia digital yang didukung 12 Kompetensi Baru berbasis IT yaitu: Searching, Collecting, Creating, Sharing, Communicating, Coordinating, Meeting, Socializing, Evaluating, Buying-Selling, Gaming, dan Learning.” tambah Cahyana.

 

Cahyana menyebutkan bahwa layanan konten Telkomsel telah menyumbang 1,2 triliun pada pendapatan Telkomsel. Ketika dikonfirmasi kepada Dirut Telkomsel yang duduk disebelahnya saat acara sharing session tersebut, Kiskenda pun tersebut mengiyakan.

 

Saat ini Indonesia telah memiliki ratusan conten provider, dimana 108 dianatarnya telah melakukan kerjasam dengan Telkomsel dalam menghadirkan sekitar 3000 jenis konten layanan. Bahkan lebih dari sekitar 15 juta pelanggan Telkomsel telah menikmati ragam layanan konten yang dihadirkan Telkomsel bersama mitra content providernya.

 

Telkomsel terus mengembangkan ragam konten terbaik yang bahkan beberapa diantaranya dipelopori dan hanya dimiliki oleh Telkomsel, seperti: Nada Sambung Pribadi (Agustus 2004), Mobile TV Portal (September 2006) M-Komik (Agustus 2007), dan Mobile Blogging MyPulau (November 2007). Ragam inovasi konten tersebut semakin mengokohkan Telkomsel sebagai service leader sekaligus upaya Telkomsel dalam memandu perkembangan industri selular.

 

“Saya berharap Telkomsel mengembangkan konten-konten yang bersifat edukatif, dimana animo masyarakat yang saat ini masih besar pada konten hiburan merupakan stepping stage yang selanjutnya akan diarahkan dengan mengemas konten yang mengandung nilai pendidikan dan tidak hanya bersifat menghibur saja. Salah satunya dengan pengembangan m-komik yang ke depan kabarnya sedang dipersiapkan content pendidikan, yang tidak terbatas pada mata pelajaran formal seperti matematika, kimia, biologi, bahasa, dan lain-lain. Namun juga pendidikan informal dan kebutuhan sehari-hari seperti prakarya, bercocok tanam, resep masakan, dan sebagainya,” pinta Cahyana.

 

“Sebentar lagi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang sering disingkat ITE, yang mengatur terkait layanan konten dan mobile payment. Nantinya semua pelaku indsutri harus taat pada kaidah-kaidah teknologi termasuk aturan dan hukumnya, bahkan extra teritorial yurisdikasi yang merupakan kesepakan aturan hukum antar negara juga diatur didalamnya. RUU ini telah lama digodok dan bulan Maret atau April ini akan diplenokan DPR,” papar Cahyana.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: