Posted by: jowvykumala | May 23, 2008

Festival Budaya Isen Mulang Didukung 3G Telkomsel

 

PRESS RELEASE

Telkomsel hadirkan layanan 3G dan 3,5 G sekaligus di Palangkaraya

Festival Budaya Isen Mulang Didukung 3G Telkomsel

 

Palangkaraya, 23 Mei  2008

Sebagai Kado Ulang Tahun ke-51 Kalimantan Tengah sekaligus mendukung Festival Budaya Dayak “Isen Mulang”, Telkomsel menghadirnya layanan 3G WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) dan 3,5 HSDPA (high Speed Downlink Packet Acces) di Palangkaraya.

 

Kini layanan 3G dan 3,5 G Telkomsel telah melayani 112 kota dengan 3.076 Node B (BTS 3G dan 3,5 G). Layanan ini memungkinkan pelanggan menikmati beragam fitur canggih, seperti: video call, video conference, video surveillance (melihat atau memantau lokasi langsung dari ponsel), mobileTV live (nonton TV), mobile video, serta high speed internet browsing and download mencapai 3,6 Mbps (mega byte per second).

Peresmian di Palangkaraya  dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah , Agustin Teras Narang, SH bersama Direktur Operasi Telkomsel David Ng dalam rangkaian acara pembukaan event pariwisata Isen Mulang yang merupakan salah satu event budaya tahunan terbesar di Kalimantan khas suku Dayak. 

Direktur Operasi Telkomsel David Ng mengatakan, “Untuk pertama kalinya, Telkomsel meghadirkan sekaligus 2 layanan berbasis teknologi canggih 3G dan 3,5 G di wilayah Indonesia, karena sebelumnya selalu bertahap dimulai dengan 3G baru disusul 3,5 G. Hal ini sebagai kado spesial bagi Palangkaraya Ibukota Kalimantan Tengah di ulang tahunnya ke-51, sekaligus wujud dukungan Telkomsel terhadap program pariwisata di sini. Dengan video call, masyarakat kini dapat berbagi kemeriahan dan keunikan “Festival Isen Mulang” ke teman atau saudara di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.”

Disamping potensi pariwisata, Palangkaraya juga dikenal sebagai kawasan pusat perdagangan dan pelayanan jasa di Kalimantan Tengah. Secara geografi letaknya sangat strategis sebagai jalur distribusi utama, menghubungkan lintas tengah Kalimantan. Hal ini menjadi keunggulan kompetitif yang berpotensi menjadi simpul perdagangan regional. Lebih dari itu Palangkaraya juga menyimpan potensi hasil hutan (kayu), pertanian, pertambangan, dan kerajinan tangan.

“Kami berharap ragam layanan 3G dan 3,5 G Telkomsel dapat menjadi manfaat dalam memberdayakan berbagai potensi daerah Palangkaraya, seperti layanan video conference untuk koordinasi bisnis, video surveillance untuk memantau wilayah perkebunan, kehutanan, dan pabrik, bahkan kemampuan mobile internet yakni mengirim data maupun browsing kecepatan tinggi dengan dukungan teknologi HSDPA Telkomsel,” ungkap David.

“Kehadiran layanan ini tentunya semakin meningkatkan kualitas layanan Telkomsel di wilayah ini, setelah sebelumnya sukses menggelar jaringan GSM-nya di seluruh ibukota kecamatan Kalimantan. Disamping melancarkan komunikasi antar penduduk, kami berharap layanan Telkomsel bisa meningkatkan daya tarik investasi, membuka peluang usaha, lapangan kerja baru serta mempercepat pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan,” tambah David

Dengan hadirnya 3G dan 3,5 G di Palangkaraya menjadikan seluruh ibukota propinsi Kalimantan terlayani layanan 3G dengan 86 Node B, dimana Palangkaraya sendiri saat ini dilayani 5 Node B yang meng-cover  mulai dari Bandara hingga seluruh kota Palangkaraya seperti wilayah Yos Sudarso, Dipenogoro, Galaxy, Kahayan dan  Tingang.

Saat ini pelanggan Telkomsel di Palangkaraya  dan Kalimantan Tengah mencapai 550 ribu pelanggan, yang merupakan bagian lebih dari 4,9  Juta pelanggan di Kalimantan.

“Hadirnya layanan ini tentunya telah ditunggu-tunggu masyarakat Palangkaraya, bahkan per hari ini tercatat 45.000 pelanggan telah registrasi 3G di Palangkaraya. Animo ini mencerminkan potensi yang sangat besar mengingat pertumbuhan pelanggan 3G pada umumnya merupakan pelanggan existing, ditambah lagi harga ponsel 3G yang makin murah,” papar Gideon Edi Purnomo VP Telkomsel Area Pamasuka (Papua, Maluku Sulawesi dan Kalimantan).

Telkomsel telah menggelar 3.076 Node B di 112 kota seluruh Indonesia, jumlah pelanggan pun 3G Telkomsel terus meningkat secara signifikan mencapai sekitar 5,5 juta. Figur tersebut memposisikan Indonesia ranking 10 besar dunia dalam hal pertumbuhan jumlah pelanggan 3G bersama negara: Jepang, Korea, Taiwan, Cina, Hongkong, Inggris, Perancis, Jerman dan Australia.

Seiring dengan percepatan penggelaran jaringan 3G secara nasional, Telkomsel juga telah membuka kerjasama internasional video call 3G dengan lebih dari 20 negara, seperti: Singapura, Malaysia, Philipina, Taiwan, Australia, Hongkong, Jerman, Belgia, Perancis, Arab Saudi, Italia, Yunani, Belanda, Jepang, Swedia, Brunei, Korea Selatan, Polandia, dan Inggris. Selain itu Telkomsel juga menghadirkan customer service berbasis video layaknya dilayani 24 jam di konter pelayanan pelanggan melalui layar ponsel, dengan akses 136.

Dengan hadirnya layanan berbasis teknologi 3G (WCDMA) dan 3,5 (HSDPA), kini pelanggan dilayani ragam teknologi Telkomsel sesuai kemampuan dan jenis ponsel yang digunakan pelanggan. Layanan  berbasis Teknologi 3G merupakan kelanjutan dari evolusi teknologi GSM, di mana sebelumnya Telkomsel telah mengimplentasikan berbagai teknologi GSM: mulai dari generasi kedua (2G) berbasis CSD (Circuit Switched Data), GPRS (Global Packet Radio Service)  atau 2½ G, EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution) atau 2¾ G dan WiFi (Wireless Fidelity). Dalam hal ini bila pelanggan yang berponsel 3G berada diluar jaringan 3G, secara otomatis akan dilayani oleh jaringan teknologi Telkomsel lainnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: