Posted by: jowvykumala | June 28, 2008

Telkomsel Layani Desa-desa Terpencil

Desa Terpencil Balabalakan menjadi komunitas komunikasi GSM

Telkomsel Layani Desa-desa Terpencil

 

Jakarta, 28 Juni 2008

 

Setelah sukses melayani jalur laut PELNI, Telkomsel terus mengimplementasikan inovasi teknologi komunikasi GSM berbasis IP (Internet Protocol) di wilayah-wilayah yang sebelumnya kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi. Sebagai bagian dari program Telkomsel Merah Putih, Telkomsel meresmikan layanan ini di desa terpencil Kepulauan Balabalakan (antara Sulawesi dan Kalimantan) sekitar 8 jam perjalanan kapal boat dari Balikpapan.         

 

Peresmian dilakukan oleh Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar dan Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja yang ditandai dengan video call dengan Menkominfo yang berada di Jakarta serta Kepala Desa Sentosa, daerah terpencil di puncak Gunung Malabar, Jawa Barat.

 

Hadirnya TELKOMSEL Merah Putih di pulau dan desa terpencil yang sebelumnya kesulitan mendapatkan layanan komunikasi merupakan komitmen Telkomsel dalam menghadirkan layanan hingga pelosok dengan mengimplementasikan inovasi teknologi GSM berbasis IP (Internet Protocol) berkonsep “Remote Solution System” pertama di Indonesia bahkan di dunia.

 

TELKOMSEL Merah Putih singkatan dari TELKOMSEL MEnembus daeRAH Pedesaan, IndUstri TerpencIl dan BaHari (jalur transportasi laut). Saat ini melayani 22 titik seperti di jalur Bahari melalu kerjasama dengan PELNI, pulau terluar Miangas berbatasan dengan Filipina, Desa Balabalakan, serta desa-desa terpencil di Jawa Barat (Puncak Bukit Malabar, Desa Rajasa, Kertasari, Agrabintan, Sukaresmi, Pule Joho). Tahun ini diharpkan bisa melayani 3.000 titik.

 

Pada kesempatan tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika Muhamad Nuh menyampaikan selamat kepada Telkomsel yang telah berhasil menyediakan layanan telekomunikasi kepada warga Balabalakan. Saya sangat berterima kasih sekali kepada Telkomsel yang memiliki dedikasi dalam menyediakan layanan kepada masyarakat daerah terpencil yang selama terisolir karena kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi.

 

Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, “Dari lubuk hati yang paling dalam, saya berterima kasih dan mendukung inovasi yang dilakukan Telkomsel dalam memberikan layanan telekomunikasi kepada masyarakat di daerah terpencil. Saya sangat senang sekali, karena itu saya dengan senang hati meresmikan layanan telekomunikasi di daerah-daerah terpencil seperti ini. Jujur saya lebih suka meresmikan acara seperti ini, sangat menyentuh karena bisa langsung bertemu dengan saudara-saudara di sini, daripada launching acara di hotel di kota-kota besar.”

 

“Apa yang dilakukan Telkomsel saya rasa jauh dari motivasi bisnis, tetapi lebih pada semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Program Telkomsel Merah Putih ini sangat Merah Putih dalam upaya menyatukan negeri, saya berharap ada operator lain yang mau melakukan seperti apa yang telah dilakukan Telkomsel,” ungkap Basuki

 

“Pemerintah selalu memberikan respon terhadap persoalan-persoalan masyarakat, seperti apa yang dihadapi masyarakat Balabalakan. Melalui program USO pemerintah berencana menyediakan layanan telekomunikasi kepada 38.500 desa. Karena masih ada masalah, tertunda pelaksanaanya. Pemerintah tengah mencari terobosan yang secara hukum USO bisa tetap berjalan,” tambahnya

 

Kepala Desa Balabalakan Muhamad Albar menyampaikan terima kasih sekai kepada Telkomsel yang telah menyediakan layanan telekomunikasi untuk warganya. Masyarakat Balabalakan telah menunggu 50 tahun lamanya untuk bisa menelepon dan lepas dari keterisolasian.

 

“Dengan adanya telepon, warga kami bisa bersilaturahmi dengan keluarga yang ada di Sulawesi atau di daerah lain.  Cukup dengan Rp 1000 mereka bisa silaturahmi dengan keluarga. Kalau ketemu langsung, ongkosnya sangat mahal bisa ratusan ribu. Dengan adanya telepon, guru disini juga kerasan. Guru di sekolah sini hanya satu dan mengajar enam kelas,” papar Albar

 

“Dengan adanya telepon kami bisa memesan berbagai kebutuhan ke Balikpapan. Kebutuhan apa saja, pesan hari ini, besok sudah datang. Sebelumnya bisa satu minggu dan harus menyeberang ke Balikpapan dulu, ongkosnya mahal. Sampai di Balikpapan, kadang barang belum tentu ada,” ungkapnya dengan nada gembira

 

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan, “Layanan ini merupakan hasil inovasi dalam rangka mewujudkan visi sebagai Service Leader dalam melayani Indonesia, ditengah tantangan lingkungan Bisnis Selular yang berubah dengan cepat dengan tingkat kompetisi semakin ketat, menurunnya tarif pada situasi biaya investasi maupun biaya operasi yang cenderung meningkat seiring semakin meningkatkan harga dan biaya komoditas seperti besi untuk tower, battery, power terutama untuk didaerah daerah terpencil dan lain-lain.”

 

“Teknologi yang kami manfaatkan adalah Teknologi GSM dengan rekayasa hasil karya anak bangsa dalam memanfaatkan teknologi Antena Tracking serta Applikasi Satelit ditambah dengan Teknologi Power Supply, sehingga secara effektif dapat digunakan untuk layanan teleomunikasi di area terpencil sekalipun maupun kapal yang bergerak dimanapun foot-print satelit mencakup, khususnya dikawasan Nusantara ini tanpa melupakan faktor efisiensinya, sehingga layanan ini tetap layak secara bisnis dengan tetap memenuhi aturan (comply) terhadap kebijakan Regulasi,” tambah Kiskenda.

 

“Layanan ini menggunakan teknologi existing dengan ijin operasinya GSM eksisting dimana hanya dilakukan inovasi aplikasi teknologinya. Sejak diluncurkan layanan ini, pelanggan dapat memperoleh  layanan voice, sms, data dan gambar. Untuk kedepannya  akan dikembangkan untuk bisa melayani video call,” ungkap Kiskenda.

 

Sebagai negara kepulauan sepanjang 1/8 bentangan dunia dengan luas 1,9 juta km persegi yang memiliki 18.000 pulau, geografis Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Untuk itu, seiring dengan upaya penggelaran jaringan yang umum dilakukan oleh operator selular, Telkomsel juga terus melakukan inovasi dan integrasi teknologi dalam upaya menghadirkan solusi teknologi yang tepat untuk wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi. Salah satunya adalah inovasi teknologi GSM berbasis IP (Internet Protocol) berkonsep“Remote Solution System” sebagai solusi layanan komunikasi dan informasi di daerah terpencil seperti pedesaan dan pulau-pulau terluar Indonesia termasuk wilayah laut.

 

“Bahkan inovasi teknologi ini memberikan kecepatan penyediaan jaringan telekomunikasi selular menjadi lebih cepat, dimana sebelumnya pembangunan cara konvensional dengan membangun menara BTS butuh waktu sekitar 1-2 bulan. Dengan inovasi teknologi BTS Pico GSM berbasis IP (Internet Protocol) ini hanya cukup membutuhkan waktu sekitar 2 jam saja,” tegas Kiskenda.

 

“Hal ini sekali lagi membuktikan kemampuan rekayasa teknologi karya anak bangsa Indonesia dalam mengintegrasikan beberapa perangkat sistem dan produk teknologi canggih, menjadi suatu solusi penyediaan fasilitas telekomunikasi berkualitas yang sesuai dengan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Bahkan mengingat banyak wilayah Indonesia yang punya permasalahan listrik, maka kami juga telah mengimplementasikan inovasi power supply dengan tenaga matahari (Solar Cell) dan tenaga angin (kincir angin),” tambah Kiskenda

 

Telkomsel yang lahir pada 26 Mei 1995 dari rahim BUMN TELKOM yang berorientasi pada pelayanan publik, Telkomsel secara cepat melakukan penggelaran jaringan hingga pelosok dimana saat ini Telkomsel telah berhasil melayani lebih dari 95 persen wilayah populasi penduduk dengan membangun lebih dari 22.000 BTS (Base Transceiver Station) atau sekitar 150 kali lipat dari BTS yang dibangun tahun 1995 (awal beroperasi) yang hanya 149 BTS.

 

Hanya dalam satu setengah tahun sejak kelahirannya tahun 1995, Telkomsel berhasil menggelar jaringannya di seluruh Ibu Kota Propinsi pada akhir tahun 1996. Selanjutnya tahun 2005 berhasil melayani seluruh kabupaten dan kini telah ‘memerdekakan’ seluruh kecamatan di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan segera menyusul kecamatan-kecamatan di Wilayah Indonesia Timur (Sulawesi, Maluku dan Papua).

 

Ketersediaan sarana telekomunikasi tentunya akan meningkatkan kelancaran komunikasi antar penduduk sekaligus meningkatkan percepatan pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan. Tak terbayangkan jika suatu daerah tidak ada sarana telekomunikasi, selain terisolir, dunia luar akan memandang sebagai suatu indikasi keterbelakangan.


Responses

  1. saya ingin mendapatkan telekomunikasi pedesaan untuk desa saya.bagaimana caranya.hendri payakumbuh

    • Untuk layanan telekomunikasi pedesaan, silahkan bersurat secara resmi dari Pemda setempat yang ditujukan ke GM Network Operation Sumatera Bagian Tengah. Selanjutnya Telkomsel akan mengevaluasi/survey lokasi yang dimaksud.

  2. Dikampung saya desa tanjung merahe kecamatan kutabuluh simole kabupaten karo sudah siap dipasang bts piconya tapi tak berfungsi atau tak dapat sinyal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: