Posted by: jowvykumala | June 29, 2008

MAN TELKOMGroup VII Resmi digelar

Dukung Pemerintah Hadirkan Pariwisata Islami Aceh

MAN TELKOMGroup VII Resmi digelar

 

Banda Aceh, 29 Juni 2008

Musabaqah Al Qur’an Nasional (MAN) TelkomGroup hari ini secara resmi digelar di tanah rencong, Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung selama seminggu (29 Juni – 5 Juli 2008) ini selain perlombaan Al Qur’an juga menggelar serangkaian kegiatan kepedulian dan pagelaran budaya dalam rangka mendukung pemerintah mempromosikan daerahnya sebagai wisata religius.  

 

Peresmian MAN VII TelkomGroup dibuka oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil dan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf bersama jajaran Direksi TelkomGroup yakni Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah dan Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja.

 

Musabaqoh Alquran Nasional ini adalah salah satu kegiatan Iman Budaya dan Olahraga yang diselenggarakan oleh Telkom Group secara rutin dengan peserta yang biasa diikuti oleh para pegawai beserta keluarganya dari seluruh Divisi dan Anak Perusahaannya secara nasional, dengan tujuan sebagai bagian dari program pembinaan sumber daya manusia untuk melahirkan insane muslim yang kaffah, mempererat silaturahmi yang pada gilirannya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan keluarga besar Telkom Group sekaligus dalam rangka ukhuwah islamiah.

 

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan, “Penyelenggaraan MAN VII di Serambi Mekah ini seperti sebuah nostagia, dimana Telkomsel dan Aceh memiliki sejarah yang cukup panjang. Masih segar dalam ingatan kita peresmian layanan 3G pada Maret tahun lalu yang dilakukan langsung oleh Bapak Gubernur Irwandi Yusuf dan Menkominfo, maupun berbagai suka duka kerjasama team Telkomsel dan masyarakat sekitar dalam upaya percepatan pemulihan khususnya layanan komunikasi di mana saat Tsunami sempat mengalami gangguan dan kerusakan, bahkan telah ditingkatkan cakupan dan kapasitasnya melayani hingga tingkat kecamatan di Aceh.”

 

“Kami sangat gembira kebersamaan kita dalam membuka keterisolasian Aceh lewat layanan telekomunikasi, kini berlanjut lewat digelarnya event bernuansa Islami. Lewat berbagai rangkaian acara, kami berharap kehadiran Telkomsel dapat terus menjadi manfaat, salah satunya lewat pasar budaya Gampong Aceh yang digelarnya dalam rangka mendukung pariwisata daerah yang memposisikan diri sebagai kota wisata Islami,” tambah Kiskenda.

 

Sebagai upaya dukungan promosi sekaligus sosialisasi misi NAD sebagai propinsi berbasis cyber,  pada kesempatan  penyelenggaraan MAN VII ini Telkomsel juga menghadirkan inovasi layanan berbasis 3G– video surveilance. Lewat layanan ini, masyarakat di wilayah lain seluruh indonesia yang tidak berkesempatan mengunjungi atau melihat kegiatan ini dapat memonitor melalui ponselnya dengan mengakses 9119, dan terlebih lagi bermanfaat untuk sharing berbagai potensi daerah Aceh maupun keindahan pariwisatanya.

 

“Kehadiran layanan video surveillance ini tentunya menjadi nilai tambah bagi kota yang terkenal dengan julukan Serambi Mekah ini sekaligus bagian dari kontribusi Telkomsel dalam semangat kebangkitan Aceh paska tsunami 2004, dimana kehadiran infrastruktur telekomunikasi dan kecanggihannya secara nyata dapat mempercepatkan pembangunan Aceh. Promosi keindahan masjid dan wisata religious lainnya kini akan lebih efektif dan personal lewat ‘brosur digital’ yang langsung dapat dilihat dari ponsel, hal ini tentunya guna mendukung harapan dan upaya pemerintah dan masyarakat aceh dalam menjadikan propinsi yang memiliki daya tarik wisata religious sekaligus berbasis cyber,” papar Kiskenda.

 

“Melalui memontum MAN ini, kami mempertegas komitmen kami bagi Aceh. Kami berharap MAN ini dapat merefleksikan semangat berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dan bukanlah semata menjadi ajang perlombaan kemahiran membaca Al-Qur’an. Hal ini secara nyata kami wujudkan melalui serangkaian kegiatan dan kepedulian seiring dengan berlangsungnya event yang mengasah kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual bagi peserta sekaligus masyarakat sekitar,” Kiskenda menambahkan.

 

“Acara MAN kali ini mempunyai serangkaian kegiatan mulai dari gerakan menanam 7.000 pohon, bantuan sarana sanitasi sekolah dan pendidikan, gelar Gampoeng Aceh yang memperlihatkan kekayaan seni budaya Aceh, peresmian GraPARI Telkomsel sebagai upaya peningkatan pelayanan, pelatihan teknisi ponsel, bantuan 15 kios pengusaha kecil, bantuan mobil operasional kepada Badan Narkotika Propinsi (BNP) Aceh untuk penyuluhan bahaya narkoba, serta Musabaqah Alqur’an yang menguatkan identitas Aceh yang dikenal islami,” ungkap Kiskenda.

 

MAN VII Telkom Group yang melibatkan sekitar 1.000 orang dari seluruh Indonesia ini akan melombakan 6 cabang musabaqah (Tilawatil, Hifdzil, Fahmi, Da’wah, Murattal, dan Kaligrafi). MAN yang pertama kali diadakan tahun 1984 ini merupakan bagian dari program pembinaan sumber daya manusia untuk melahirkan insan muslim yang kaffah, mempererat tali silaturahmi, serta sebagai bagian dari God Bless Company (GBC) sekaligus didalamnya juga terdapat program bagi kepentingan masyarakat (Good Corporate Citizenship).

 

Aksi Peduli Aceh

 

Serangkaian kegiatan kepedulian yang digelar dalam MAN TelkomGroup VII ini, dialokasikan dana sekitar Rp. 3,5 Milyar yang disalurkan dalam berbagai program. Menjelang penyelengaraan (22/6) telah dilakukan aksi penghijauan menanam 7.000 pohon di berbagi lokasi seperti Perguruan Tinggi (Unsyiah,IAIN), Pelayanan Umum (RSU Meuraxa, Kantor Camat, Pesantren), dan Sarana Pendidikan (SMU, SMP, dan SD). Selain itu akan dilakukan pembangunan taman di sekitar lokasi Masjid Baiturrahman dan lokasi strategis lainnya bagi keindahan dan kenyamanan kota.

 

Telkomsel juga menggelar Gampoeng Aceh yakni festival seni dan budaya yang melibatkan seniman, kerajianan rakyat dan makanan khas daerah.  Hal ini tentunya menjadi ajang hiburan masyarakat, apalagi ini merupakan festival seni dan budaya yang pertama kalinya di gelar di halaman Masjid Baiturrahman yang ditujukan untuk membangkitkan usaha kecil dan pelestarian kebudayaan Aceh yang akan diramaikan oleh Sanggar Kesenian Cut Nyak Dhien dan Pesantren tertua di Aceh ‘Tanoe Abe’ yang terkenal dengan para Ulama Besarnya.

 

Secara umum Gampoeng Aceh akan terbagi menjadi beberapa Area, yaitu Seni dan Budaya (Daarul Atsar), Kuliner (Daarul Maidah), Home Industry (Daarul Fikr), Program Sosial (Daarul Rahmi), Keluarga (Daarul Abna), Kemajuan Teknologi (Daarul Sam’i) dan Baitul Quran.

 

DalamGampoeng Aceh, Telkomsel juga mendatangkan Al-Qur’an terbesar dan terkecil. Keduanya tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan didatangkan langsung bagi masyarakat Aceh dari lokasi asalnya Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

 

Selain itu juga dipamerkan berbagai kecanggihan teknologi, hasil kerjasama dengan mitra vendor dan ATPM ponsel. Disini masyarakat dapat melihat dan mencoba berbagai layanan terkini dari teknologi internet, broadband, dan 3G seperti Speedy, Telkomsel Flash, m-Komik, T-cash dan lain sebagainya. Tersedia pula konsultasi gratis untuk setting, update software serta dan perbaikan ponsel.

 

Berkaitan dengan pameran teknologi ini, Telkom Divre I secara terpisah juga telah melaksanakan program CSR nya yg dikenal Islamic “ ICT Event 2008” dengan berbagai kegiatan yaitu : MOU Pembangunan Masjid Digital di 23 Masjid Raya se-propinsi NAD, Kampung Digital Lamjabat, Pembuatan Portal Moslem Community dan Blog Muslim, serta kegiatan Education for Tomorrow  dalam bentuk pelatihan Internet dan ICT.

 

Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat guna terciptanya kemadirian dan peningkatkan taraf hidup, Telkomsel memberikan sumbangan senilai Rp. 300 juta untuk pelatihan teknisi ponsel sekaligus modal kerja berupa perangkat yang cocok untuk para teknisi. Selain itu diberikan pula bantuan 15 Kios yang akan dimanfaatkan sebagai kios sol sepatu bagi tenaga kerja kecil dengan keterbatasan modal.

 

Dalam rangkaian Musabaqah ini, Telkomsel juga memberikan bantuan pendidikan berupa pembangunan sarana sanitasi dan lapangan olahraga di 8 pesantren serta Masjid Ule Lheu. Selain bantuan pendidikan, Telkomsel juga mengadakan sunatan massal bagi anak-anak yatim piatu dan duafa di Banda Aceh dan Lhokseumawe.

 

Disamping itu, Telkomsel juga menyerahkan bantuan mobil operasional Unit Cegah Narkoba kepada Badan Narkotika Propinsi Nangroe Aceh Darusalam. Kendaraan jenis Mitsubishi Strada Triton L-200 ini dilengkapi dengan berbagai sarana penyuluhan seperti : laptop, LCD dan Screen, serta buku-buku seputar bahaya narkoba.

 

Diakhir acara MAN VII, Telkomsel akan melakukan penghijauan halaman Masjid Baiturrahman dalam bentuk penanaman rumput, pepohonan, dan taman untuk memperindah masjid..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: