Posted by: jowvykumala | July 18, 2008

Telkomsel Gelar Ngaben Massal 348 Sawa

Vice President Area Jawa-Bali Telkomsel, Irfandi Firmansyah menyulut api pertama ke petulangan (tempat penyimpanan sawa) yang menandai dimulainya Ngaben Massal 348 sawa atau jiwa di Desa Pakraman Sangsit Dangin Yeh, Kabupaten Buleleng – Bali

Vice President Area Jawa-Bali Telkomsel, Irfandi Firmansyah menyulut api pertama ke petulangan (tempat penyimpanan sawa) yang menandai dimulainya Ngaben Massal 348 sawa atau jiwa di Desa Pakraman Sangsit Dangin Yeh, Kabupaten Buleleng – Bali

 

Buleleng, 18 Juli 2008

Telkomsel menggelar Ngaben Massal 348 sawa (jiwa) di Desa Pakraman Sangsit Dangin Yeh Kabupaten Buleleng Bali. Dalam acara hasil kerja sama dengan MDP (Majelis Desa Pekraman) dan PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) ini, Telkomsel juga memberikan donasi renovasi Pura Gunung Sekar.

 

Vice President Area Jawa-Bali Telkomsel, Irfandi Firmansyah mengatakan, “Inisiatif Telkomsel menggelar Ngaben Massal ini dimaksudkan untuk menyentuh tiga aspek yakni agama dan sosial kemasyarakatan, pelestarian budaya, serta parawisata. Aspek agama dan sosial kemasyarakatan di sini mengingat Ngaben merupakan bentuk cradha bakti atau kewajiban utama manusia yang masih hidup kepada leluhurnya yang telah meninggal. Kami berharap melalui Ngaben Massal ini bisa membantu masyarakat Bali yang kurang mampu untuk memenuhi kewajibannya.”

 

“Disamping itu, Ngaben Massal ini merupakan upaya untuk melestarikan upacara Ngaben sebagai ritus budaya Bali sekaligus menjadi salah satu daya tarik utama wisata khas Bali yang bisa menciptakan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat. Untuk itu kami berkerjasama dengan Dinas Pariwisata Daerah dan melibatkan Asosiasi Travel Agent (ASITA) Bali,” imbuh Irfandi.

 

Telkomsel bersama MDP, PHDI dan tokoh-tokoh adat memberikan masukan mengenai lokasi atau daerah yang tepat  untuk dapat dibantu dalam pelaksanaan Ngaben Massal. “Sebuah lokasi penyelenggaraan Ngaben Massal ini didasarkan pada masukan dari MDP dan PHDI serta tokoh-tokoh adat melalui survey di daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan bantuan Ngaben Massal, dimana daerah tersebut minimal harus memiliki 100 sawa atau jiwa yang akan dingabenkan,” papar Irfandi

 

Saat ini Telkomsel telah memilih tiga waktu pelaksanaan Ngaben Massal di Bali pertama yakni di Buleleng yang saat ini dilakukan serta di bulan September dan Oktober 2008 nanti.

 

Untuk yang pertama di Desa Pakraman Sangsit Dangin Yeh, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng ini, Ngaben Massal untuk 348 sawa dan melibatkan 2  banjar dengan lebih 1.500 pengayah dari keluarga pemilik sawa. Disamping upacara Ngaben Massal, Telkomsel juga memberikan bantuan dana Rp 10 juta untuk renovasi atap Pura Gunung Sekar, Desa Giri Emas Sawan, Buleleng.

 

“Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami yang tak bisa terpisahkan dari tugas pokok kami dalam menghadirkan layanan komunikasi berkualitas bagi masyarakat Bali. Saat ini lebih dari satu juta pelanggan Telkomsel adalah masyarakat Bali. Untuk itu kami terus meningkatkan layanan baik dari sisi jaringan maupun pelayanan pelanggan, sekaligus mendukung penyediaan sarana komunikasi berkualitas bagi kenyamanan komunikasi para wisatawan yang berkunjung ke Bali, baik wisatawan domestik maupun mancanegara,” ungkap Irfandi. Bahkan Telkomsel juga menghadirkan layanan khusus umat Hindu yakni layanan Nada Sambung Pribadi (NSP) Hindu, kuis SMS Tirtayatra dan Hindu Service Massage (HSM).

 

“Sebagai operator yang sedari awal beroperasi di Bali, Telkomsel berkomitmen untuk selalu mengembalikan sebagian dari hasil bisnisnya kepada masyarakat dalam bentuk program kepedulian, salah satunya dengan Ngaben Massal ini,” lanjut Irfandi lagi.

Salah satu wakil masyarakat peserta Ngaben Massal Telkomsel, Nyoman Pasak mengatakan dengan mata berkaca-kaca mengatakan, “Akhirnya setelah 35 tahun, keluarga kami dapat mengabenkan 27 sawa. Tak terbayang bila tidak ada Ngaben Massal Telkomsel, sepertinya hampir tidak mungkin kami melakukan upacara ngaben dan itu akan terus menjadi hutang mengabenkan para leluhur kami.”

 

“ Kami tak punya biaya untuk melakukan Ngaben sendiri yang memakan biaya sekitar 50 juta maupun ngaben massal walau hanya dengan 5-10 juta per sawa. Dengan adanya Ngaben Massal bantuan Telkomsel ini, kami sangat terbantu dan tidak perlu mengeluarkan banyak dana, sekaligus membuat kami lega karena telah bisa menunaikan kewajiban kami tehadap leluhur,” tambahnya sambil terisak menahan tangis bahagia.

 

Hal yang sama juga diutarakan oleh pihak MDP yang diwakili oleh Wayan Suwena yang menyatakan bila Ngaben Massal ini merupakan contoh sangat bagus bagi perusahaan lain apakah itu BUMN atau swasta untuk berbagi kepada masyarakat dan lingkungannya.


Responses

  1. gambarnya kok sedikit sekali saya diluar Bali biar bisa lihat lebih banyak tentang kampung halamanku


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: