Posted by: jowvykumala | September 16, 2008

Jaringan Telkomsel Siap Layani Mudik 2008

Drive Test di jalur mudik Jakarta-Merak-Bakauheni-Lampung

Jaringan Telkomsel Siap Layani Mudik 2008

 

Jakarta, 16 September 2008

Telkomsel siap memberikan kenyamanan berkomunikasi pada musim mudik 2008, di mana hari ini Telkomsel mulai melakukan drive test kesiapan jaringannya di jalur mudik Jakarta-Merak–Bakauheni-Bandar Lampung. Drive Test ini merupakan bagian dari rangkaian Drive Test Telkomsel di jalur mudik terpadat di sepanjang jalur Sumatera, Jawa, dan Bali.

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja , bersama VP End to End Network Quality Anky Arief Priyagung dan VP Technology & Business Incubation Yoseph Garo  saat melihat perangkat FEMTO 3G Telkomsel di kapal Jatra Merak-Bakauheni. Telkomsel mulai melakukan drive test kesiapan jaringannya di jalur mudik Jakarta-Merak–Bakauheni-Bandar Lampung, dimana Open Drive Test di jalur mudik ini memperlihatkan hasil adalah Sangat Baik, diantaranya CSSR dan CCSR mencapai 100 %

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja , bersama VP End to End Network Quality Anky Arief Priyagung dan VP Technology & Business Incubation Yoseph Garo saat melihat perangkat FEMTO 3G Telkomsel di kapal Jatra Merak-Bakauheni. Telkomsel mulai melakukan drive test kesiapan jaringannya di jalur mudik Jakarta-Merak–Bakauheni-Bandar Lampung, dimana Open Drive Test di jalur mudik ini memperlihatkan hasil adalah Sangat Baik, diantaranya CSSR dan CCSR mencapai 100 %

Di jalur mudik utama sepanjang Sumatera-Jawa-Bali, Telkomsel telah menggelar jaringan 3G serta menghadirkan layanan video surveillance di titik-titik rawan kemacetan. Melalui layanan ini masyakat dapat memantau keadaan lalu lintas di 13 titik mudik strategis, seperti: Bakauheni, Merak, Ciawi, Cianjur, Sadang, Simpang Pasteur, Cileunyi, Nagrek, Cikopo, Kanci, Semarang, Ketapang, dan Gilimanuk.

 

Untuk memastikan kesiapan jaringan, Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja  bersama 35 wartawan melakukan pengecekan langsung di jalur mudik Jakarta-Merak-Bakauheni-Lampung termasuk di perjalanan kapal laut Merak – Bakauheni. Pengecekan ini dilakukan dengan alat khusus Drive Test Monitoring Radio Cellular Performance yang dapat menampilkan performansi jaringan dari sisi ketersediaan sinyal dan kualitas jaringannya.

 

Bahkan rombongan juga berkesempatan mencoba layanan mobile wallet T-Cash, dengan melakukan belanja di Indomaret di Bandar Lampung. Di sepanjang Lampung-Jawa-Bali pelanggan dapat melakukan transaksi digital T-Cash di sekitar 1.200 gerai Indomaret.

 

Kesiapan Jaringan Telkomsel

“Sebagai Service Leader, penyiapan berbagai elemen jaringan untuk memberikan kenyamanan berkomunikasi bagi seluruh pelanggan khususnya yang melakukan mudik merupakan hal yang utama dan menjadi salah satu agenda utama tahunan Telkomsel,” ungkap Kiskenda. Bahkan untuk periode mudik 2008 kali ini Telkomsel telah meningkatkan berbagai sisi elemen jaringannya secara cukup signifikan dibanding tahun 2007 lalu, seperti:

– Coverage/ jangkauan layanan terluas
          Sepanjang jalur mudik terpadat di pulau Sumatera-Jawa-Bali-NusaTenggara,            ketersediaan sinyal tidak putus karena jaringan Telkomsel telah menjangkau seluruh                kecamatan hingga pedesaaan, bahkan di jalur laut pelayaran PELNI.
– Jaringan 3G/HSDPA terluas
          Telah melayani lebih dari 116 kota di Indonesia yang didukung sekitar 3.800 node B.
– BTS (Base Transceiver Station) terbanyak
          Jumlahnya 24.000 BTS dibanding 2007 yang hanya 18.000 BTS, dan khusus di         sepanjang jalur mudik Lampung-Jawa-Bali dilayani sekitar 12.000 BTS.
– VLR (Visitor Location Register) terbesar
          Kapasitas VLR ditingkatkan menjadi 70,4 juta (untuk jaringan 2G sebesar 59,7 juta dan          3G sebesar 10,7 juta), dimana VLR tahun 2007 hanya 56 juta. Khusus di Jalur Mudik                 Lampung-Jawa-Bali mencapai 40 juta VLR dengan kapasitas kelonggaran daya tampung    perpindahan pelanggan mudik bervariasi antara 30%- 45%.
– MSC (Mobile Switching Center) terbanyak
          Sebagai sentral koneksi komunikasi selular, jumlahnya kini telah mencapai 111 MSC   (tahun 2007 hanya 85 MSC).
– BSC (Base Station Controller) terbanyak
          Sebagai stasiun yang mengoordinasikan beberapa BTS sekaligus, jumlah BSC            ditingkatkan dibanding tahun 2007 (dari 527 menjadi 602).
– IN (Intelligent Network) terbesar
          IN yang menggambarkan kapasitas handling pelanggan kartu prabayar ditingkatkan                 menjadi 93,2 juta based on contract (tahun 2007 hanya 61 juta).
– TRX (Transmission Receiver Exchange) terbanyak
          Ditingkatkan menjadi 223.000 TRX dari sebelumnya hanya 170.000 di tahun 2007.
– SMS-C (Short Message Service Center) terbesar
          Kapasitas SMS menjadi 180% (dari 25.000 menjadi 47.100 SMS/detik).

 

Semua elemen jaringan yang telah dipersiapkan tersebut telah diperhitungkan secara matang berdasarkan berbagai data tren yang terjadi ditahun 2007 lalu, yang diakibatkan adanya pergerakan jumlah pelanggan dan perubahan trafik komunikasi khususnya yang terjadi di berbagai kawasan jalur mudik.

TCash - Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja  bersama Vice President Telkomsel Sumatera Area, Mirza Budiwan, dan GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma, saat melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan T-Cash pada salah satu cabang Indomaret di Bandar Lampung.

TCash - Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja bersama Vice President Telkomsel Sumatera Area, Mirza Budiwan, dan GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel, I Ketut Susila Dharma, saat melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan T-Cash pada salah satu cabang Indomaret di Bandar Lampung.

Dari data tahun 2007 jumlah pelanggan yang menggunakan jaringan Telkomsel di Padang melonjak 43,07%, Sumatera Selatan naik 40,72%, Jawa Barat naik 30,42%, Jawa Tengah naik 29,49%, Jawa Timur naik 35,18%, Bali Nusra naik 40,15%, Kalimantan naik 42,75%, dan Makassar naik 39,58%. Trafik komunikasi pun rata-rata melonjak 40%-85% dibanding saat normal sehari-hari. Sedangkan di Jabotabek terlihat sekitar 23,05% pelanggan melakukan mudik ke kampung halaman, tetapi trafik komunikasi hanya menurun 11,43%.

 

Perpindahan pelanggan saat mudik dari suatu kawasan ke tujuan mudik yang terlihat dari data tahun 2007 tersebut — telah diantisipasi dengan ketersediaan VLR (Visitor Location Register) atau kecukupan kapasitas daya tampung pelanggan — di mana di sepanjang jalur utama mudik Jawa-Bali dan beberapa lokasi tujuan mudik di luar Jawa telah disediakan kelonggaran kapasitas tampung pelanggan sebesar 35%-45% sesuai kebutuhan masing-masing kawasan, seperti di Jawa Barat dengan kelonggaran kapasitas sekitar 33%, Jawa Tengah 30%, dan Jawa Timur 35%.

 

Telkomsel juga mengimplementasikan teknologi EFR (Enhanced Full Rate) yang bisa meningkatkan kapasitas handling trafik komunikasi menjadi 2 kali lipat, di mana didukung oleh teknologi AMR (Adaptive Multi Rate) yang menghadirkan Speech Quality Index pada teknologi EFR. Hal ini menjadikan pelanggan dapat berkomunikasi tanpa putus di jalur mudik Sumatera-Jawa-Bali-Nusa Tenggara serta meningkatkan call completion rate (kontinuitas komunikasi) menjadi 99,5% (world class standard).

 

Sedangkan untuk memberikan kenyamanan ber-SMS terutama untuk mengucapkan “Selamat Hari Raya dan mohon maaf lahir batin”, Telkomsel telah mengantisipasinya dengan melakukan penambahan kapasitas SMS menjadi 47.100 SMS/detik atau berkemampuan melayani sekitar 4 miliar SMS/hari. Peningkatan kapasitas ini untuk mengantisipasi kenaikan trafik yang diperkirakan paling tidak sama dengan tahun lalu yakni melonjak sekitar 2 kali lipat dari trafik SMS di hari normal di mana saat ini rata-rata mencapai 300 juta SMS/hari.

 

Drive Test Jaringan

Open Drive Test merupakan kegiatan rutin Telkomsel sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Quality Assurance. Hal ini merupakan wujud nyata dukungan Telkomsel terhadap program pemerintah yang mengedepankan kualitas layanan telekomunikasi, di mana tersirat dalam Rancangan Peraturan Menkominfo tentang Standar Wajib Kualitas Pelayanan Telepon bergerak baik dari sisi kualitas jaringan maupun pelayanan pelanggan.

 

Kiskenda mengatakan, ”Kegiatan Open Drive Test  yang hasilnya akan dilaporkan kepada seluruh stakeholders oleh rekan-rekan wartawan ini merupakan bukti keseriusan kami dalam menghadirkan layanan berkualitas secara transparan, sekaligus mendukung upaya regulator dalam mewujudkan iklim kompetisi yang sehat berorientasi pada quality of service.”

 

Rangkaian Open Drive Test  akan dilakukan Telkomsel di jalur mudik utama Sumatera-Jawa-Bali, yakni di 4 rute antarkota yang merupakan jalur trafik padat komunikasi: Jakarta-Merak-Bakahuni-Lampung (16/9), Bandung-Cirebon-Tegal (18/9), Surabaya-Mojokerto-Jember (22/9), dan Denpasar-Gilimanuk-Banyuwangi-Jember (22/9).

 

Di setiap akhir perjalanan akan dipaparkan hasil drive test yang diukur dalam beberapa parameter, yakni Call Setup Success Rate (CSSR), Call Setup Time (CST), Call Completion Success Rate (CCSR), Mean Opinion Score (MOS), dan Reception Level (RxL).

 

Call Setup Success Rate merupakan prosentase tingkat keberhasilan panggilan yang ditentukan oleh ketersediaan kanal suara yang dialokasikan. Kesuksesan panggil ditandai dengan adanya nada sambung (berbunyi tut….tut…. atau terdengar ring back tone) dan selanjutnya “Tersambung/Connected” tertulis di layar ponsel. Bila angkanya > 95% Sangat Baik, antara 90%-95% Baik, 80%-90% Cukup Baik dan < 80% Kurang Baik.

 

Call Setup Time adalah waktu yang dibutuhkan (kecepatan) untuk melakukan panggilan ke pihak yang dituju, dalam hal ini dimulai saat pelanggan menekan tombol “Call/Yes” hingga mendengar nada panggil (ukuran kecepatannya dalam detik). Range 1-4 detik Sangat Baik, 4–8 detik Baik, 8-10 Cukup Baik dan > 10 detik Kurang Baik.

 

Call Completion Success Rate merupakan prosentase tingkat kesuksesan suatu hubungan sejak tersambung hingga salah satu pihak melakukan pemutusan. Parameter kesuksesannya adalah komunikasi tanpa putus, tidak terjadi drop call (hubungan terputus). Bila angkanya > 98% Sangat Baik, antara 93%-98% Baik, 88%-93% Cukup Baik dan < 8% Kurang Baik.

 

Mean Opinion Score menggambarkan tingkat kejernihan (kejelasan) suara dalam suatu komunikasi yang diukur dalam skala antara 0-5, di mana MOS < 1 adalah kualitas suara buruk atau putus-putus, MOS 1-2 Cukup Baik, MOS 2-3 Baik, dan MOS=3-5 kualitas suara Sangat Baik.

 

Reception Level (RxL) adalah tingkat kekuatan signal di jaringan 2G yang diterima ponsel, sedangkan untuk 3G menggunakan istilah Received Signal Code Power (RSCP).  Skala RxL antara – 47 dBm s/d – 110 dBm (bila menunjuk angka lebih besar dari -85 dBm Sangat Baik, -92 s/d -85 Baik, -105 s/d -92 Cukup Baik, dan < -105 kurang baik). Untuk RSCP menggunakan skala -47 dBm s/d -112 dBm (> -85 dBm Sangat Baik, -98 s/d -85 Baik, -108 s/d -98 Cukup Baik, dan < -108 kurang baik).

 

Parameter-parameter itulah yang akan diukur dalam Open Drive Test di 4 jalur mudik dengan trafik komunikasi terpadat, di mana dari seluruh call attemps (panggilan handphone to handphone secara acak automatic by system) akan diperoleh angka-angka yang menunjukkan tingkat kualitas jaringan dari semua parameter tersebut (CSSR, CST, CCSR, MOS,  RxL dan RSCP).

 

Hasil Open Drive Test memperlihatkan kualitas jaringan di jalur mudik ini adalah Sangat Baik, dimana dari total 60 call attemps (panggilan handphone to handphone secara acak automatic by system) diperoleh angka rata-rata sebagai berikut : CSSR 100 % (Sangat Baik), CST 3,5 detik (Sangat Baik), CCSR 100 % (Sangat Baik), MOS 3,5 (Sangat Baik), RxL -79.1 dBm (Sangat Baik/Baik/Cukup/Kurang) dan RSCP -85.1 dBm (Sangat Baik).

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: