Posted by: jowvykumala | May 20, 2009

Era baru telekomunikasi masuk pedesaan ; Telkomsel Siap Gelar Jaringan di 24.056 Desa

Lumajang, 20 Mei 2009

Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, Telkomsel secara resmi melakukan kick off program USO (Universal Service Obligation) yakni penggelaran akses telekomunikasi dan informatika pedesaan, serta pengembangan jaringan Telkomsel MERAH PUTIH (MEnembus daeRAH Pedesaan, indUstri TerpencIl dan baHari) di perbatasan Australia dan Papua Nuigini.

Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang ditandai dengan melakukan komunikasi video conference dari Jakarta ke 4 titik desa terpencil yakni Desa Sekatak di Nunukan Kalimantan Timur (perbatasan Malaysia), Desa Adaud di Saumlaki Ambon (Perbatasan perairan dengan Australia), Desa Ubrub di Papua (perbatasan Papua Nuigini) dan Desa Ranupani di Lumajang Jawa Timur (kaki Gunung Semeru).

Telkomsel resmi mendapat amanah dari pemerintah untuk program USO (paket 1,2,3,6,7) setelah menjadi pemenang lelang USO baik dari aspek teknis dan biaya, dimana telah diumumkan oleh panitia dari kementrian Kominfo melalui surat No. 60 dan 69/PL-USO/PAKET/BTIP-BLU/KOMINFO/1/2009.

Keseluruhan paket program USO yang diamanahkan kepada Telkomsel meliputi Paket 1 (Propinsi NAD, Sumatera Utara dan Sumatera Barat), paket 2 (Jambi, Riau, Kepri, Babel, Bengkulu, Sumsel, dan Lampung), paket 3 (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan), paket 6 (Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur), dan paket 7 (Banten, Jabar, Jateng, DIY dan Jatim).

Sepanjang bulan Februari-April 2009, Telkomsel telah melakukan proses tender untuk semua komponen program USO seperti : Repeater, devide FWT (Fix Wireless Telepon), satelit VSAT-IP (Internet Protocol), power supply, BSS (Base Station Subsystem), sarana KBU (Kamar Bicara Umum), Sign Board, serta survey delivery instalation and maintenance). Tender ini melibatkan 86 mitra vendor lokal dan 5 vendor global khusus untuk tender BSS.

Seiring dengan selesainya proses tender, secara paralel mulai April-Mei 2009 dilanjutkan proses produksi dan instalasi dimana saat ini telah terpasang sekitar 200 titik desa dan diharapkan hingga Juni 2009 sudah terinstalasi di sekitar 2.400 desa.

Fase selanjutnya adalah proses percepatan dimana untuk penggelaran Repeater dan FWT bisa mencapai 4.000 – 5.000 desa/bulan untuk masing-masing vendor (ada 4 Vendor). Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan 6.000 desa yang membutuhkan akses satelit VSAT-IP diharapkan bisa 400 – 500 desa/bulan setiap vendor (ada 6 vendor). Sehingga diakhir tahun 2009 seluruh 24.056 desa dapat menikmati akses telekomunikasi dan informatika.

Disamping itu, Telkomsel juga menambahkan manfaat program USO ini dengan menghadirkan layanan Pusyantip (Pusat Layanan Telekomunikasi dan Informasi Pedesaan), Portal Lumbung Desa, serta Desa Pintar yang dilengkapi komputer dan layanan internet.

Layanan Pusyantip dan Portal Lumbung Desa ini dimaksudkan untuk memajukan perekonomian daerah, dimana seluruh nomor FWT di 24.056 desa USO dapat berbagi informasi via SMS (misal: kebutuhan pupuk, bibit, hasil panen, hasil laut, dan lain-lain) yang akan diteruskan ke Portal Lumbung Desa dan website internet, sehingga semua pihak bisa tahu kendala dan potensi suatu daerah.

Sedangkan Desa Pintar dimaksudkan untuk menghilangkan kesenjangan informasi dan pendidikan, karena dengan adanya komputer yang dilengkapi akses internet, masyarakat dapat mengakses informasi apapun termasuk dunia pendidikan dan pengetahuan lainnya. Untuk saat ini di setiap propinsi, Telkomsel akan menghadirkan 3 Desa pintar.

Geografis Indonesia memberikan tantangan tersendiri dalam percepatan penggelaran jaringan, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan sepanjang 1/8 bentangan dunia dengan luas 1,9 juta km persegi yang memiliki 18.000 pulau. Untuk itu Telkomsel menciptakan metode inovatif yang diberinama MEDIAna (Media Evaluation Deployment Integrated Analysis)

Dengan adanya aplikasi MEDIAna ini, jajaran Telkomsel dan mitra vendor akan lebih efektif dan efisien dalam menyelesaikan program USO. Aplikasi MEDIAna adalah pusat informasi data kondisi daerah sebagai dasar kebutuhan Solusi Teknologi (ST) di daerah tersebut, sekaligus memiliki kemampuan Asset Management (menghitung secara otomatis nilai aset).

Dalam aplikasi MEDIAna Telkomsel membagi ST dalam dalam 3 kategori ketersediaan sinyal (ST1 berarti sinyal kuat, ST2 Sinyal Lemah, ST3 tidak ada sinyal) dan 3 kategori ketersediaan listrik (A berarti ada listrik, B berarti tidak ada listrik)

Sebagai contoh ada tim survey ke suatu desa USO, sesampai disana yang bersangkutan menginfokan via SMS bahwa kondisi desa adalah ST3 B (berarti tidak ada sinyal dan listrik). Info tersebut akan diterima oleh aplikasi MEDIAna dan tim logistik segera mengirimkan paket Solusi Teknologi (ST) yang sesuai dengan kebutuhan desa tersebut yakni PICO BTS, antene VSAT-IP, Solar Cell sebagai power supply, FWT dan perangkat lainnya.

BTS Pico via VSAT-IP berbasis teknologi selular merupakan inovasi teknologi karya anak bangsa Indonesia berkonsep “Remote Solution System” pertama di dunia, sebagai solusi komunikasi bagi daerah-daerah terpencil di negara kepulauan seperti Indonesia.

“Kehadiran inovasi BTS Pico via VSAT-IP menandai kemajuan bangsa setelah momen seabad Kebangkitan Bangsa, kini melangkah menuju Keunggulan Bangsa. Hal ini membuktikan kemampuan rekayasa teknologi bangsa Indonesia dalam mengintegrasikan berbagai perangkat sistem dan teknologi canggih menjadi suatu solusi fasilitas telekomunikasi berkualitas yang sesuai dengan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan,” ungkap Direktur Utama Telkomsel Satwoto Atmosutarno.

Bahkan mengingat banyak wilayah Indonesia yang punya permasalahan listrik, Telkomsel juga telah mengimplementasikan inovasi sumber listrik alternatif ramah lingkungan dengan tenaga matahari (solar cell), tenaga air (micro hydro) dan tenaga angin (win turbin).

“Dukungan Telkomsel terhadap program USO ini semakin mempertegas komitmen Telkomsel dalam upaya melayani dan memajukan seluruh negeri, melalui inovasi dan integrasi teknologi untuk menghadirkan solusi yang tepat bagi wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi,” papar Sarwoto

Sebagai service leader yang kini dipercaya 74 juta pelanggan, Telkomsel telah menggelar lebih dari 27.500 BTS yang menjangkau lebih dari 95 persen wilayah populasi Indonesia. Dan melalui program USO (Universal Service Obligation) yang dipercayakan pemerintah untuk menggelar jaringan di 24.056 desa, maka layanan Telkomsel akan menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia.

”Disamping program USO, kami juga mengembangkan program Telkomsel Merah Putih yang merupakan wujud nyata bahwa kami terus berupaya meningkatkan layanan  hingga pelosok dan perbatasan negara tanpa pilih-pilih maupun motivasi bisnis semata. Kami ingin tak ada lagi wilayah Indonesia yang terisolir dan Negara Kesatuan Republik Indonesia benar-benar terajut indah dengan adanya jaringan komunikasi,” tambah Sarwoto.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: